Welcome back to my blog. Ya, seperti yang lu liat gw udah berbulan-bulan ngga meng-update blog gw. Bukan karena malas atau apa, tapi karena bener-bener ngga ada bahan untuk diblogkan. My life really sucks these days…

Nah berhubung gw baru saja nonton film laskar pelangi, gw jadi punya bahan ngepost. Berikut review dari gw :

Laskar pelangi bercerita tentang 10 orang sahabat yang bersekolah di sebuah sekolah kecil di daerah Belitong. Sepuluh orang sahabat ini dijuluki oleh guru mereka “Laskar Pelangi”, karena semangat mereka untuk maju, untuk mengejar cita-cita, untuk mengejar “pelangi” mereka. Kisah ini tentang persahabatan, cita-cita, determinasi, dan nilai norma.

Kisahnya sendiri sangat menarik. Maklum cerita ini diadaptasi langsung dari tetralogi berjudul sama yang telah terkenal lebih dahulu, karya sang novelis jenius Andrea Hirata. Settingnya begitu alami. Konfliknya begitu jujur. Benar-benar sangat terasa bahwa kejadian-kejadian ini pernah terjadi dalam kehidupan pengarang, walau ya, mungkin sedikit dihiperbolisi dan dibumbui.

Tambah lagi, ada banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita petik dari dialog antar pemainnya. Inspirasional dan memotivasi.

Dengan modal karakter yang kuat serta jalan cerita yang terbukti menarik dalam novelnya, gw berharap sangat banyak dari film ini. Sayangnya, harapan gw agak dikhianati.

Kisah-kisah dipepatkan dan dipaksakan, momen-momen yang seharusnya menarik dan menyentuh perasaan malah tumpul dan dangkal, serta alur dari film itu sendiri yang lempeng dan membosankan.

In the end, gw merasa film ini ngga sebanding dengan gembar-gembornya dimana-mana. Dalam satu jam pertama saja gw sudah ingin berteriak menanyakan kapan semua akan selesai.

Review gw sepertinya berlawanan dengan teman-teman blogger, terutama para fans Andrea dan karya-karyanya. Tapi gw tau apa yang gw tonton and this movie just not worth the hype.

Yang paling gw ngga suka? Semua kelebaian tentang A Ling. Norak dan ngga jelas.