Gw baru-baru ini nonton video klip dari Nidji dan gw terpesona. Lagu yang sejak awal memang enak didengar itu kali ini dibawakan dengan sangat apik di layar kaca.

Sinematografi yang mantap, serta pemandangan alami yang begitu indahnya. Liriknya pun sangat inspirasional dan memotivasi.Tentang impian yang tak lekang oleh waktu dan tak habis digerus kenyataan yang kejam.

Pokoknya lagu ini bener-bener bikin gw semangat menjalani hidup. Jadi pingin menghidupkan lagi rencana backpacking gw dulu yang sempat gagal dijalankan.

Eniwei, buat yang belum pernah liat, silakan diintip yang di bawah ini.

Nah, sekalian ditonton, mari kita nyanyikan bersama dengan lantang agar lebih maknyuss! Langsung gw kasih juga ni teks karaokenya!

Mimpi adalah kunci…
Untuk kita menaklukkan dunia…
Telah hilang
Tanpa lelah sampai engkau
Meraihnya

Laskar pelangi…
Takkan terikat waktu…
Bebaskan mimpimu di angkasa
Raih bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia… selamanya…

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau ini kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi…
Takkan terikat waktu…
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia takseindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia… Selamanya…

Kalo mau donlot mp3nya, bisa didonlot di sini

Aah, gw pengen jalan-jalan ke belitong juga jadinya.

Taqoballahu wa minna wa minkum.

Minal aidzin wal faidzin.

Mohon maaf lahir dan batin.

 

 

Well, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan. :)

Gambar diambil dari sini.

Welcome back to my blog. Ya, seperti yang lu liat gw udah berbulan-bulan ngga meng-update blog gw. Bukan karena malas atau apa, tapi karena bener-bener ngga ada bahan untuk diblogkan. My life really sucks these days…

Nah berhubung gw baru saja nonton film laskar pelangi, gw jadi punya bahan ngepost. Berikut review dari gw :

Laskar pelangi bercerita tentang 10 orang sahabat yang bersekolah di sebuah sekolah kecil di daerah Belitong. Sepuluh orang sahabat ini dijuluki oleh guru mereka “Laskar Pelangi”, karena semangat mereka untuk maju, untuk mengejar cita-cita, untuk mengejar “pelangi” mereka. Kisah ini tentang persahabatan, cita-cita, determinasi, dan nilai norma.

Kisahnya sendiri sangat menarik. Maklum cerita ini diadaptasi langsung dari tetralogi berjudul sama yang telah terkenal lebih dahulu, karya sang novelis jenius Andrea Hirata. Settingnya begitu alami. Konfliknya begitu jujur. Benar-benar sangat terasa bahwa kejadian-kejadian ini pernah terjadi dalam kehidupan pengarang, walau ya, mungkin sedikit dihiperbolisi dan dibumbui.

Tambah lagi, ada banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita petik dari dialog antar pemainnya. Inspirasional dan memotivasi.

Dengan modal karakter yang kuat serta jalan cerita yang terbukti menarik dalam novelnya, gw berharap sangat banyak dari film ini. Sayangnya, harapan gw agak dikhianati.

Kisah-kisah dipepatkan dan dipaksakan, momen-momen yang seharusnya menarik dan menyentuh perasaan malah tumpul dan dangkal, serta alur dari film itu sendiri yang lempeng dan membosankan.

In the end, gw merasa film ini ngga sebanding dengan gembar-gembornya dimana-mana. Dalam satu jam pertama saja gw sudah ingin berteriak menanyakan kapan semua akan selesai.

Review gw sepertinya berlawanan dengan teman-teman blogger, terutama para fans Andrea dan karya-karyanya. Tapi gw tau apa yang gw tonton and this movie just not worth the hype.

Yang paling gw ngga suka? Semua kelebaian tentang A Ling. Norak dan ngga jelas.

Ah, padahal sudah lama ngga nge-post, post pertama gw malahan mellow begini. Gw kebetulan denger lagu ini pas menikmati Ice Blended Caramel Latte di sebuah cafe sambil coding.

Sontak, gw ngerasa liriknya begitu menohok nurani gw. Maklum, gw waktu itu sedang sendirian tanpa teman. Berikut ini lirik dan foto sang penyanyi, Margaret Siagian, sapa tau blom pernah liat mukanya.

Mamamia

Tak Tahan Sepi – Margareth Siagian

Kulihat dunia
Begitu ramai
Tapi aku sendiri

Kapankah datang
Bahagia itu
Menjemputku disini

I’ll never stop..stop..stop
to believe it
That time will come..come..come..
Comin’ to me
I believe

Seandainya…
Tuhan mendengarku
Ku hanya meminta cinta saja
Kirimkanlah…
Jangan lama lagi
Ku takkan bertahan
Tak tahan..Tak tahan sepi…

Overall, lagu ini bagus dan enak didengar, walaupun ternyata yang menyanyi adalah jebolan acara Mama Mia, sebuah acara yang menurut gw ngga jelas apa tujuannya, apalagi makin ke belakang, cuma jadi acara banyolnya Eko Patrio, Ruben Onsu, ama Ivan Gunawan.

Yah, kalo tertarik silakan diunduh di sini

Yea guys, I’m back in business.

Setelah vakum satu semester gara-gara tugas yang menyambangi secara bertubi-tubi (dan gw berhasil ngeles dengan indah untuk hampir semua tugasnya), gw balik ngeblog. Dan kali ini blog gw bakal lebih di-improve.

Back in Business

Improve? Improve gimana maksud lo?

Nah, berhubung sekarang gw punya internet-yang-diagungkan-khalayak-ramai di kosan gw, gw bisa lebih banyak research buat isi dari blog gw ini. Selain itu gw juga jadi punya banyak waktu buat ngehias sana-sini biar tampilan blog gw kaga gitu-gitu doang dari zaman kapan tau. Yang paling penting, gw jadi gampang kalo mau nyari gambar. Berbahagialah semua yang suka review gw, karena sekarang disupport oleh adanya foto atau poster!

Selain tambahan tetek bengek ngga penting itu, blog gw juga bakalan gw improve lagi kedalamannya dan materi yang disajikan. Yaitu dengan, *drumroll*, review kuliner! Benar, gw bakal mencicip-cicip makanan-makanan khas Bandung dan sekitarnya. Bahkan sebagai permulaan gw bakal mereview sebuah tempat makan yang sudah ngga asing lagi buat barudak Bandung, C’mar. Well, here it goes.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi tapi perut tiba-tiba lapar? Tugas menumpuk namun kebutuhan perut mendesak? Lambung keroncong-an sambil gamelan? Tenang, ada solusi makanan yang nikmat, sedap, dan yang paling penting tersedia jam segitu.

C’mar, itu adalah nama warung sunda di bilangan Asia Afrika. Menu andalannya adalah gulai sapi yang begitu nikmat. Lo harus coba baru boleh komentar. It’s so damn good. Apalagi saat tengah malam dimana lapar melanda tapi susah cari yang jual kudapan di sekeliling.

Kalo itu semua belum cukup buat elo, ada satu fitur lagi andalan dari c’mar ini. Harga misteri. Ya, lo pasti bakal bertanya-tanya kenapa harga dari makanan yang lo ambil dipatok berbeda beberapa ribu dari beberapa hari sebelumnya, padahal dengan komposisi dan jumlah yang ngga jauh beda. And here’s where the shit happens. (lagi…)

Halaman Berikutnya »